Audio Play
Rabu, 02 Juli 2014
Perayaan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia dan Makna Hari Raya Idul Fitri
PERAYAAN HARI RAYA IDUL FITRI DI INDONESIA
Hari Raya Idul Fitri atau sering kali disebut Lebaran adalah perayaan hari raya bagi umat Islam dimana petanda datangnya bulan yang baru/awal yang baru. Setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan, maka pada tanggal 1 Syawal dirayakan Idul Fitri sebagai lambang kemenangan. Menang dari peperangan terhadap hawa nafsu, baik itu godaan makanan, minuman, perkataan, tingkah laku ataupun kebiasaan yang tidak baik. Idul Fitri bisa berarti kembali ke fitra, mulai dari awal/kejadian. Dimana ditandai dengan suara takbir serta disunnahkan dengan pelaksanaan sholat ied yang dikumandangkan diseluruh mesjid.
1 Syawal pada penanggalan Hijriyah jatuh pada tanggal yang berbeda-beda disetiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Dan istimewa pada tahun ini perayaan Idul Fitri bersamaan dirayakan pada tanggal 8 Agustus 2013. Dimana penetapan tanggal jatuh nya 1 Syawal ditentukan oleh Pemerintah dan ormas Islam. Sehingga kadang kala penetapan hari raya dari sudut pandang beberapa ormas Islam berbeda dengan penetapan Pemerintah.
Hal yang menarik dari Perayaan Idul Fitri di Indonesia adalah :
1. Tradisi Mudik atau Pulang Kampung.
Dimana sebagian besar masyarakat merayakan hari raya dengan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Perayaan Idul Fitri identik dengan bersilaturahmi kepada sanak keluarga dan teman, mengunjungi tetangga, meminta maaf atau memohon ampun kepada orang tua ataupun orang yang dituakan disertai sajian makanan khas lebaran. Oleh karena itu Pemerintah memfasilitasi dengan menetapkan hari raya sebagai Hari Libur Nasional. Sehingga otomatis seluruh perkantoran, sekolah dan instansi pemerintah tidak beroperasi. Biasanya perayaan ataupun liburan berlangsung selama 1 minggu.
Tradisi Mudik atau Pulang Kampung merupakan kesempatan berlibur dan meluangkan waktu bersama keluarga. Menikmati keindahan kampung halaman dan menjajali wisata kuliner khas yang ada ditempat tersebut. Khususnya di Jakarta yang sebagian besar penduduknya adalah pendatang. Disaat-saat seperti ini, kota Jakarta berubah menjadi kota yang sepi padahal biasanya sangat ramai dan macet, ketika masa-masa liburan lebaran datang sebagian penghuni kota Jakarta pindah dan mudik ke kampung halaman.
Tradisi Mudik bagi penduduk Jakarta menjadi sangat menarik adalah ketika sebagian besar penduduk secara bersamaan pulang ke kampung halaman. Secara bersamaan meninggalkan Jakarta dan menyebar keluar kota baik itu masih di Pulau Jawa maupun diluar Pulau Jawa. Pergerakan penduduk ini dapat kita pantau melalui berita-berita di TV Nasional maupun pantauan arus lalu lintas. Semua jalur transportasi baik itu darat, laut maupun udara bagi saya menjadi sangat menarik untuk diikuti. Disini saya bisa melihat bagaimana perjuangan setiap pemudik melalui semua rintangan untuk menemui sanak saudara dan keluarga yang mereka cintai dan kasihi. Masing-masing pemudik punya cerita dan kisah nya sendiri-sendiri jika ditanya pengalaman mereka sepanjang mudik. Tapi yang pasti semua perjuangan pemudik terbayar lunas ketika mereka sampai dengan selamat menemui keluarga mereka. Melakukan sholat ied dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
2. Kuliner khas Lebaran
Satu hal yang menarik lagi selain mudik adalah menikmati sajian lebaran. Pada saat berkumpul bersama keluarga, selalu diiringi dengan makan bersama. Sajian khas pada perayaan ini adalah ketupat, opor, sambal goreng hati dan berbagai jenis kue (makanan ringan) serta minuman. Mengenai tradisi makanan lebaran kenapa selalu identik dengan ketupat dan opor ayam, sampai hari ini saya juga tidak tau darimana asal usul nya. Yang pasti setiap lebaran semua rumah akan diisi dengan makanan sejenis ini. Walaupun saya tidak merayakan hari raya Idul Fitri, tapi setiap tahun saya selalu menerima hantaran makanan dan tak terkecuali tahun ini saya mendapat undangan makan di hari sebelum lebaran.
MAKNA HARI RAYA IDUL FITRI
Arti Idul Fitri bagi setiap orang yang ada adalah kebahagiaan dan kemenangan, dimana pada hari itu, semua manusia merasa gembira dan senang karena telah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh.
Dalam tradisi Idul Fitri di Indonesia ditandai dengan adanya ”mudik (pulang kampung)”dan mereka memakai sesuatu yang baru, mulai dari pakaian baru, sepatu baru, sepeda baru, mobil baru dan lainnya, Bagaimana sebenarnya makna dari Idul Fitri itu sendiri. Apakah Idul Fitri cukup ditandai dengan sesuatu yang baru, atau dengan mudik untuk bersilaturrahim kepada sanak saudara dan kerabat..
Idul Fitri (kembali suci), adalah Hari raya setelah umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh, dinamakan Idul Fitri karena manusia kembali suci seperti bayi yang tidak mempunyai dosa dan salah.
Seiring dengan perkembangan jaman, manusia dalam perjalanan hidupnya banyak melupakan Allah serta telah melakukan dosa dan salah kepada Allah dan kepada sesama manusia, untuk memahami kembali makna Idul Fitri (kembali ke fitrah) dengan membangun kembali menjadi hamba-hamba Allah yang taat dan tidak mempunyai dosa. Dosa kepada Allah terhapus dengan jalan bertaubat dan dosa kepada sesama manusia dapat terhapus dengan silaturrahim.
Dosa merupakan perbuatan manusia karena tidak menjalankan perintah atau melanggar larangan Allah dan RasulNya.
Bulan Ramadhan merupakan bulan pengampunan/maghfirah dan bulan Ramadhan menjadi sarana umat manusia untuk memohon dan meminta pengampunan dari Allah dengan jalan melaksanakan ibadah puasa dan shalat tarawih. Sebagaimana hadis Rasul:
Barangsiapa yang berpuasa pada bulan ramadhan dengan kepercayaan bahwa perintah puasa itu dari Allah dan hanya mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosanya (Dari Muhammad bin Salam dari Muhammad bin Faudhail dari Yahya bin Sa’id dari Abi Salamah dari Abi Hurairah)
Apabila kita sebagai hamba Allah melaksanakan puasa dan shalat tarawih dengan tulus mencari ridho dan pahala dari Allah, niscaya dosa dan kesalahan kita kepada Allah diampuni sehingga kita menjadi hamba Allah yang bersih dari dosa, setelah dosa kita diampuni Allah, maka tahapan selanjutnya adalah membersihkan dosa kita kepada sesama manusia.
Idul Fitri atau kembali ke fitrah akan sempurna apabila terhapusnya dosa kita kepada Allah diikuti dengan terhapusnya dosa kita kepada sesama manusia, terhapusnya dosa kepada sesama manusia dengan jalan kita memohon maaf dan memaafkan orang lain.
Nah, dengan momentum Idul Fitri kita jadikan sebagai sarana meminta maaf dan memaafkan orang lain dengan bersilaturrahim (menyambung kasih sayang) baik kepada suami atau istri, kedua orang tua, anak, keluarga, sanak kerabat, tetangga serta teman dan relasi kita ketika ada kebencian terhadap mereka. Sebab kasih sayang merupakan lawan dari kebencian, sehingga orang yang dalam dirinya ada kebencian pada suami atau istri, orang tua, anak, keluarga, sanak kerabat, tetangga, teman dan relasi disebut dengan memutus tali silahturahmi, orang yang memutuskan silahturahmi tidak akan masuk surga.
Di samping kita meminta maaf, kita harus dan wajib menjadi pribadi pemaaf, memberi maaf berbeda dengan meminta maaf, kalau memberi maaf terjadi ketika ada orang yang meminta maaf, sedang meminta maaf adalah orang yang memohon maaf atas kesalahannya. Dalam surah Ali-Imran (3) ayat 134 :
“Penghuni surga adalah orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”.
Semoga Hari Raya Idul Fitri kali ini dijadikan moment untuk memahami makna Idul Fitri, dengan maksimalkan bersilaturahim untuk meminta maaf, memberi maaf dan menjadi seorang pemaaf. Jangan biarkan kedengkian dan kebencian merasuk kembali ke jiwa kita yang telah fitri (suci).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar